Dasar-dasar Pencernaan

Last updated on: Published by: Bayu Lestari 0

Lambung mengandung tiga fungsi utama: pencernaan makanan, mengeluarkan cairan pencernaan, dan menyimpan produk pencernaan sampai dibutuhkan. Perut juga memiliki dua benjolan kecil di dalamnya: ureter dan duodenum (berarti "kaki bebek"). Perut mengeluarkan cairan seperti susu yang disebut jus lambung, yang membantu pencernaan. Perut juga mengeluarkan cairan empedu dan pankreas. Semua jus ini berperan dalam metabolisme makanan yang dimakan. Lambung juga memproduksi dan menyimpan asam dan produk pencernaan lainnya.

Perut menghasilkan bikarbonat, atau karbon dioksida yang mengeluarkan cairan pencernaan dan membantu pencernaan

Bikarbonat dapat dibuat oleh otot yang menghasilkan air liur. Ketika otot ini rileks, memungkinkan makanan melewatinya ke dalam usus. Sfingter esofagus bagian bawah, atau LES, berelaksasi ketika produksi bikarbonat selesai.

Lambung menyerap dan mengeluarkan cairan pencernaan ketika makanan melewatinya. Cairan ini biasanya protein, tetapi mungkin termasuk lemak, karbohidrat, dan serat. Penting bagi perut untuk menyerap dan mengeluarkan cairan karena beberapa makanan terlalu sulit untuk dipecah. Saat makan, perut mengeluarkan cairan pencernaan. Cairan ini disebut pepsin. Seseorang yang minum cairan secara berlebihan seringkali mengalami gangguan pencernaan.

Perut juga mengeluarkan cairan pencernaan yang membantu penyerapan nutrisi lain dari makanan. Jus ini bertindak seperti spons untuk menyerap nutrisi. Pepsin juga diserap oleh spons, yang memungkinkan nutrisi masuk ke aliran darah. Inilah alasan mengapa perut terkadang tampak kembung.

Selama proses pencernaan, asam lambung memecah protein. Asam memecah molekul protein menjadi molekul yang lebih kecil yang mudah dicerna. Proses ini membutuhkan waktu dan terjadi pada akhir setiap makan. Proses pencernaan biasanya selesai dalam waktu sekitar 15 menit setelah makan.

Pada akhir proses pencernaan, lambung menghasilkan empedu. Ini adalah zat putih berminyak yang melapisi dinding bagian dalam usus. Ini membantu proses pencernaan berlanjut. Empedu kemudian mengubah makanan yang dicerna menjadi cairan pencernaan. Proses pencernaan berlanjut bahkan setelah makanan dicerna.

Lambung menghasilkan cairan pencernaan selama proses pencernaan dan jumlah yang dihasilkan berubah tergantung pada jumlah makanan yang dicerna. Beberapa makanan sangat sulit dicerna oleh lambung, sehingga menghasilkan lebih banyak empedu daripada yang dibutuhkan.

Produksi cairan pencernaan akan berkurang karena makanan dicerna dan lebih sedikit diproduksi. Seiring bertambahnya usia, pencernaan mereka melambat. Orang yang kelebihan berat badan memiliki proses pencernaan yang lambat.

Pencernaan makanan dapat terjadi terlalu cepat dan terlalu sering

Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan dapat menyebabkan kembung atau gas. Masalah pencernaan juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut, sakit perut, dan ketidaknyamanan perut dapat menyebabkan diare.

Makanan yang tersisa dari proses pencernaan dapat disimpan di perut. Makanan berlebih ini bisa berbentuk padat, cair, atau sebagian padat. Cairan juga mungkin sebagian atau seluruhnya tidak tercerna. Makanan sisa ini bisa menyebabkan masalah pada usus. jika dibiarkan tidak tercerna.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan masalah perut. Ada banyak faktor berbeda yang dapat menyebabkan masalah pencernaan dan menyebabkan gangguan pencernaan. Ketika seseorang mengalami refluks asam, perut menjadi meradang. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut.

Makanan yang tertinggal di perut bisa tersangkut di perut, menyebabkan perut dan dada tidak nyaman. Terkadang masalah dengan kerongkongan dapat menyebabkan perut kembung. Refluks lambung terjadi ketika seseorang menderita gangguan pencernaan, dan refluks dapat disebabkan oleh refluks isi lambung. Ini adalah masalah yang sangat serius dan tidak bisa diabaikan. Anda dapat menemukan informasi rinci tentang pengobatan dan diagnosis penyakit di cth.co.th.

Makanan yang tidak dapat diserap oleh sistem imun dapat melemahkan sistem imun dengan menyebabkan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang jaringan tubuh. Tubuh memproduksi antibodi untuk mengatasi masalah ini. Ada masalah lain yang dapat menyebabkan masalah perut, seperti jenis kanker tertentu dan penyalahgunaan alkohol.

 

 

 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *