Intention Tremor pada Penderita Penyakit Parkinson

Last updated on: Published by: gelorabungkarno-admin 0

Tremor niat yang disengaja terkadang dapat ditimbulkan oleh Tes Hidung-Jari.

Intention Tremor pada Penderita Penyakit Parkinson tidak memiliki efek

Pada pasien yang khas, jari telunjuk dokter harus ditekan ke telinga pasien tanpa menjauhkan tangan dari telinga. Namun, pada pasien dengan penyakit Parkinson, pergerakan jari telunjuk dokter di sepanjang telinga sering kali dibatasi dan tidak mencapai dekat ke telinga. Penderita penyakit Parkinson mengalami gangguan refleks jari-hidung, sedangkan penderita non demensia memiliki refleks yang normal. Intentionalitas pada pasien yang menderita penyakit Parkinson dapat ditentukan dengan melakukan studi intensi tremor.

Seorang pasien dengan intensional tremor mungkin dapat membedakan antara saat mereka berpikir untuk mengalami stroke dan saat mereka benar-benar mengalaminya. Ketika pasien mengira bahwa mereka mengalami stroke, mereka cenderung lebih rileks dan memiliki respons mental yang lebih lambat. Saat mengalami stroke, mereka cenderung menjadi marah dan memiliki respons mental yang cepat. Mereka juga cenderung mulai gemetar tak terkendali atau tidak dapat mengontrol gerakan tubuh mereka.

Seseorang dengan niat tremor tidak dapat mengetahui apakah dia mengalami stroke, yang tidak terjadi. Mereka biasanya berasumsi bahwa mereka mengalami stroke setiap kali mereka mengalami segala bentuk relaksasi otot. Jenis otot ini rileks hanya dalam situasi tertentu, seperti tidur, sementara beberapa tidak memiliki efek relaksasi apa pun. Dalam kasus ini, pasien tidak dapat mengetahui apakah mereka mengalami stroke atau tidak.

Kelemahan motorik pada pasien yang menderita penyakit Parkinson merupakan gejala yang umum. Pasien mungkin bisa menggerakkan tubuhnya, tapi itu sulit. Gerakan menjadi tersentak-sentak dan seringkali tidak disengaja. Pada banyak pasien penyakit Parkinson, pasien sering merasa sangat sulit menggunakan tangan dan jari saat berjalan.

Pasien dengan niat tremor sering mengeluh kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari seperti berpakaian dan mencuci pakaian. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik atau menyelesaikannya, mereka merasa frustrasi. Mereka mungkin mudah tersinggung, tidak sabar, agresif dan sulit berkonsentrasi.

Intention Tremor pada Penderita Penyakit Parkinson Pilihan pengobatan untuk

Mereka sering merasa seolah-olah tidak mampu melakukan tugas sehari-hari tanpa menyebabkan kerusakan pada tubuh mereka.

Penderita kondisi seperti ini seringkali tidak memahami bahwa mereka memiliki gejala penyakit Parkinson. Untuk beberapa, diagnosis tertunda karena mereka tidak menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan dengan pemrosesan mental mereka, atau bahwa mereka tidak menyadari bahwa gejala tersebut disebabkan oleh Parkinson. Kurangnya pengenalan ini seringkali menimbulkan rasa frustasi pada pasien, yang mengakibatkan frustasi dan kurangnya pengobatan.

Pasien dengan intensi tremor sering kali merasa tidak normal. Mereka tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kepercayaan diri yang sama seperti dulu. Mereka menemukan bahwa mereka kesulitan mengingat sesuatu, atau mereka tidak dapat mengikuti instruksi. Mereka tidak dapat melakukan tugas-tugas seperti mandi, pergi bekerja atau berbelanja. Mereka tidak dapat menuruni tangga atau menangani tugas sehari-hari tanpa banyak kesulitan.

Intention tremor pada penderita penyakit Parkinson perlu ditangani secepatnya. Pasien sering merasa seolah-olah tidak ada jalan keluar dan percaya bahwa mereka tidak memiliki kendali atas gejalanya. Ini dapat menyebabkan frustrasi dan harga diri rendah, yang menyebabkan gangguan komunikasi.

Pasien dengan kondisi seperti ini harus selalu waspada terhadap gejalanya. Pasien mungkin mulai merasa kesal atau tidak sabar setelah melakukan tugas tertentu. Pasien harus mencoba menyelesaikan tugas-tugas ini secepat mungkin untuk mengurangi rasa frustrasi mereka. Pasien juga harus memastikan bahwa mereka memiliki semua peralatan medis penting seperti oksimeter denyut dan monitor EKG setiap saat.

Pilihan pengobatan untuk pasien dengan penyakit Parkinson tergantung pada tingkat keparahan gejala dan penyebab tremornya. Pasien harus mengunjungi dokter jika gejala memburuk atau kesulitan mengontrol gejala.

Pasien harus menghindari pengobatan yang diketahui dapat menyebabkan kejang. Obat yang memperlambat aktivitas otak mungkin bermanfaat dalam memperbaiki gejala. Tapi, pasien juga harus menghindari obat-obatan yang memperlambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan energi dan nutrisi juga. Pasien dengan tremor intensi tidak boleh minum obat yang mengandung levodopa, karena dapat memperburuk gejala mereka.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *