Indonesia Book Fair 2012 Resmi Dibuka

Last updated on: Published by: gelorabungkarno-admin 0

Jakarta – Indonesia Book Fair (IBF) 2012 secara resmi dibuka pada hari Sabtu 17 November 2012 oleh Menko Kesra Agung Laksono. Acara pembukaan yang berlangsung di Istora Senayan ini turut pula dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Walikota Banjarbaru, Claudia Kaisser selaku Vice President Frankfurt Book Fair, dan beberapa perwakilan penerbit baik dari dalam maupun luar negeri.

Perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) ini akan berlangsung selama 9 hari (17-25 November 2012).

Ketua Umum IKAPI, Lucya Andam Dewi, dalam sambutannya mengatakan, Indonesia Book Fair yang ke-32 ini harapannya dapat menjadi momentum bagi bangsa Indonesia dalam rangka meningkatkan akses dan ketersediaan terhadap beragam informasi yang bermutu.

Bagi Lucya, “Penyediaan beragam informasi tersebut akan lebih mudah diwujudkan jika terbangun kerjasama yang sinergis antar berbagai pihak, baik itu dengan pemerintah, para penggiat dunia perbukuan dan masyarakat pada umumnya.”

Dalam kesempatan tersebut, Ikapi juga memberikan penghargaan Ikapi Award yang terbagi menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah Best Book of the Year yang dianugerahkan kepada Tjahja Gunawan selaku penulis buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Adapun kategori selanjutnya adalah Best Supporting Media for Reading Habit yang dianugerahkan kepada Media Indonesia. Selain itu, IKAPI juga memberikan penghargaan dan cinderamata kepada daerah Kalimantan Timur (Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur) yang menjadi Guest of Honor Indonesia Book Fair 2012 dengan tema Pesona Dayak, Potensi Borneo.

Sementara itu, senada dengan Lucya, Menko Kesra Agung Laksono juga memberikan dukungan penuh terhadap para penggiat dunia perbukuan dalam rangka mewujudkan ketersediaan akses informasi yang memadai dan bermutu bagi masyarakat luas.

Menko Kesra juga menyinggung tentang perlunya gerakan pemberantasan buta aksara. “Visi Indonesia di tahun 2025 adalah menjadi 12 kekuatan besar dunia. Namun bagaimana mungkin visi tersebut dapat tercapai jika angka buta huruf masih cukup tinggi di negeri ini,” ucap Menko Kesra seraya memaparkan data statistik terkait jumlah buta huruf di Indonesia.

Selesai meresmikan Indonesia Book Fair 2012, yang ditandai dengan pemukulan gendang khas Kalimantan Timur, Menko Kesra dan para tamu undangan lainnya diajak berkeliling untuk menikmati suasana kreatif Indonesia Book Fair 2012.

Related posts

Добавить комментарий

Ваш адрес email не будет опубликован. Обязательные поля помечены *